BOYOLALI (MERAPI) - Kebakaran di kawasan hutan gunung Merbabu, hingga Rabu (30/8) masih berkobar di petak 3 dan petak 4 wilayah KPH Surakarta kawasan Kecamatan Ampel dan Selo.
Sebelumnya, kebakaran melalap 10 petak lainnya di kawasan ini, namun sejak Selasa (29/8) malam sudah padam.
Sementara itu Perhutani Surakarta menggelar Apel Siaga di lapangan Desa Samiran Kecamatan Selo, Boyolali yang diikuti anggota Satuan Tugas Pengendali Kebakaran (Satgasdalkar) Perhutani, Polhut, Polsek, Koramil, Linmas, Satpol PP dan anggota masyarakat sekitar hutan.
Menurut Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KSKPH) Surakarta di Cepogo, Suwarto, apel siaga dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan ancaman kebakaran hutan di kawasan gunung Merapi Merbabu.
ìSekarang ini seluruh komponen penanggulangan kebakaran hutan telah siap bergerak dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar hutan,î katanya di Selo, Rabu (30/8).
Wakil Adm KPH Surakarta, Ir Mustopo mengatakan, akibat kebakaran di gunung Merbabu sekarang ini kerugian yang diderita pihak Perhutani telah mencapai lebih dari Rp 800 juta lebih, dengan perincian kerugian ditaksir Rp 250 ribu per hektar hutan dan Rp 75 ribu per hektar lahan. Kerugian ini hanya terkait dengan kerugian akibat terbakarnya lahan (tanah), belum termasuk kerugian ekonomis tanaman, sosial dan ekosistem di kawasan tersebut.
Direncanakan dalam waktu dekat akan segera disusun program reboisasi untuk menghijaukan kembali kawasan hutan yang terbakar dengan jenis tanaman yang cocok. ìUntuk perencanaan dibutuhkan waktu dua tahun sebelumnya dan satu tahun untuk perencanaan anggaran,î katanya.
Menurutnya, untuk menjadikan hutan lagi, di kawasan Merbabu bisa dilakukan tahun berikutnya karena struktur tanahnya yang subur dan tidak perlu diolah lagi. Hal ini berbeda dengan struktur tanah di Merapi yang membutuhkan waktu lama untuk pulih seperti sediakala.
Sementara kebakaran hutan di Merbabu yang masih berlangsung di petak 3 dan 4 kemarin telah dilakukan pencegahan agar tidak meluas ke kawasan lain. Sejauh ini yang dikawatirkan kabakaran di petak 3 dan 4 akan meluas di kawasan hutan tanaman Eidelwies atau bungan abadi yang dilindungi serta kawasan hutan lindung.
Petugas Perhutani yang diterjunkan ke kawasan kebakaran dibagi menjadi 3 regu. Untuk proses lokalisir titik api di petak 3 dan 4 petugas Perhutani dibantu masyarakat setempat yang bekerja sejak Selasa (29/8) malam. (Dos)